Jumat, 17 Apr 2026
  • SDIT Nur Fikri Batam Pendidikan Berbasis Pondok Pesantren Terbaik Di Kota Batam
  • SDIT Nur Fikri Batam Pendidikan Berbasis Pondok Pesantren Terbaik Di Kota Batam

DEEP LEARNING KBC DI MADRASAH

RUDI IRAWAN,S.Pd 

1. Pendahuluan

Era digital telah membawa transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk lembaga madrasah. Menanggapi hal ini, Kementerian Agama melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 mengintegrasikan dua pendekatan penting: Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Deep Learning bukan hanya merujuk pada teknologi kecerdasan buatan, melainkan juga pada proses pembelajaran yang mendorong pemahaman konsep secara holistik, kritis, dan kontekstual. Sementara KBC berfokus pada penanaman nilai-nilai spiritualitas, empati, dan karakter luhur. Makalah ini akan membahas definisi kedua konsep tersebut, dasar dalil dari Al-Qur’an dan Hadits, serta pandangan ulama terkait implementasinya di madrasah.

2. Pembahasan

Definisi

– Deep Learning

Secara teknis, Deep Learning adalah cabang kecerdasan buatan yang menggunakan jaringan saraf tiruan untuk belajar dari data besar, dengan cara yang menyerupai kerja otak manusia, mampu mengenali pola kompleks seperti pengenalan gambar dan bahasa alamiah. Dalam konteks madrasah menurut KMA 1503/2025, Deep Learning merujuk pada pembelajaran yang berpindah dari hafalan materi menjadi proses pemahaman yang menghubungkan ilmu dengan kehidupan nyata, melalui proyek kolaboratif dan pemikiran tingkat tinggi.

– Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

KBC adalah inovasi kurikulum yang dilandasi nilai-nilai kasih sayang, empati, penghargaan terhadap sesama, dan penguatan spiritualitas keagamaan. Tujuannya adalah menjadikan madrasah sebagai lingkungan yang aman, inklusif, dan penuh kasih, sejalan dengan profil pelajar Pancasila dan konsep rahmatan lil alamin. Implementasinya bisa dilihat dalam pembelajaran bahasa Arab, di mana siswa tidak hanya menghafal kosakata tetapi juga merenungkan makna nilai di baliknya.

Dalil Al-Qur’an

– QS. Al-‘Alaq: 1-5

Ayat ini menjadi dasar utama tentang pentingnya menuntut ilmu dan memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran. Firman Allah SWT: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” Ayat ini mendorong pembelajaran berkelanjutan dan penggunaan sarana seperti tulisan (dan teknologi modern sebagai pengembangannya) untuk memperoleh ilmu.

– QS. Az-Zumar: 9

“Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.” Ayat ini menegaskan pentingnya pemahaman mendalam (sesuai Deep Learning) dan bahwa ilmu harus diikuti dengan pemikiran yang kritis dan penuh kesadaran.

– QS. Ar-Rum: 41

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, (melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” Ayat ini mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus disertai dengan nilai moral dan keimanan agar tidak membawa kerusakan.

Dalil Hadits

– Hadis tentang tuntutan ilmu

“Tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina.” (Riwayat Ibnu Majah) Hadis ini mendorong umat untuk mencari ilmu tanpa batasan geografis atau zaman, yang sejalan dengan semangat Deep Learning untuk menggali pengetahuan secara luas dan mendalam.

– Hadis tentang pemeliharaan ilmu

“Manakala semuanya telah dihasilkan dengan hasil jerih payah, sesungguhnya Allah mampu membuat hal tersebut langsung jatuh semuanya. Ketahuilah bahwa tiada yang kami tinggalkan dari Al-Qur’an dan apa yang kami pelajari dari ilmu pengetahuan melainkan kami menyimpan dan mengamankan mereka.” (Riwayat Ahmad) Hadis ini menekankan pentingnya menjaga dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi sebagai warisan berharga, sesuai dengan tujuan KBC untuk mengintegrasikan nilai dalam pembelajaran.

– Hadis tentang pemanfaatan kebaikan

“Orang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, meskipun dalam kedua-duanya terdapat kebaikan. Maka manfaatkanlah segala kebaikan yang Allah berikan (termasuk teknologi) untuk kepentingan umat manusia dan umat Islam.” (Riwayat Muslim) Hadis ini menjadi dasar untuk menggunakan Deep Learning dan KBC sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kemaslahatan umat.

Pandangan Ulama

– Perspektif Umum

Ulama sepakat bahwa islam tidak menolak kemajuan teknologi, namun mengingatkan agar digunakan sebagai alat bukan tujuan. Teknologi harus selaras dengan nilai-nilai syariat dan membawa manfaat bagi pendidikan dan pembangunan karakter.

– Pandangan Khusus

Menurut penelitian pada Jurnal Istajadda (2025), sebagian ulama mengakui potensi Deep Learning untuk mempermudah akses ilmu agama dan umum, seperti aplikasi pembelajaran kosakata Arab berbasis jaringan saraf tiruan yang telah terbukti efektif. Namun, mereka juga mengingatkan akan risiko berkurangnya interaksi langsung guru-murid dan penghayatan spiritual jika teknologi tidak diintegrasikan dengan baik.

Selain itu, ulama menekankan bahwa KBC sejalan dengan ajaran Islam tentang kasih sayang dan empati, seperti yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan Hadits, sehingga perlu menjadi landasan dalam setiap proses pembelajaran di madrasah.

3. Kesimpulan

Deep Learning dan KBC di madrasah merupakan langkah progresif yang sejalan dengan ajaran Islam dan kebutuhan zaman. Deep Learning mendorong pemahaman mendalam dan kritis, sedangkan KBC memastikan pembelajaran dilandasi nilai-nilai spiritual dan moral. Dasar dalil dari Al-Qur’an dan Hadits memberikan landasan kuat untuk implementasinya, sementara pandangan ulama menjadi penyeimbang agar teknologi tidak menyimpang dari tujuan pendidikan Islam. Dengan integrasi yang tepat, madrasah dapat menghasilkan generasi yang cerdas, beriman, dan memiliki karakter luhur.

4. Daftar Pustaka

1. BEM STAI Senori Tuban. (2025). Transformasi Kurikulum Madrasah: Era Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Tuban: STAI Senori Tuban. Tersedia di: https://staisenorituban.ac.id/transformasi-kurikulum-madrasah-era-pembelajaran-mendalam-dan-kurikulum-berbasis-cinta-kbc/

2. Google Cloud. (2025). What is Deep Learning? Tersedia di: https://cloud.google.com/discover/what-is-deep-learning

3. Isnaini, M. R. (2024). Implementasi Metode Deep Learning untuk Pengenalan Kosakata Bahasa Arab pada Siswa MTs Darun-Najah. Skripsi Sarjana, Politeknik Negeri Jember. Tersedia di: https://sipora.polije.ac.id/32648/

4. Salam, A. (2025). Media dan Teknologi dalam Pendidikan Islam. Istajadda: Jurnal Magister Pendidikan Agama Islam, 1(1), 15-28. Tersedia di: https://journal.attaqwa.ac.id/index.php/Istajadda/article/view/89

5. Tim Redaksi SDTQ Imam Syafii. (2025). Tetap Teguh di Tengah Gelombang Teknologi: Al-Qur’an dan Sunnah Adalah Kompas Kita. Tersedia di: https://sdtqimamsyafii.sch.id/blog/tetap-teguh-di-tengah-gelombang-teknologi-al-quran-dan-sunnah-adalah-kompas-kita/

6. Hutagalung, N. R. M. (2025). Antara Manfaat dan Malapetaka AI dalam Dunia Pendidikan. Retizen Republika. Tersedia di: https://retizen.republika.co.id/posts/711062/antara-manfaat-dan-malapetaka-ai-dalam-dunia-pendidikan

7. Tim Redaksi Hidup Kita. (2023). Menyingkap Hadis-hadis tentang Iptek: Menggali Inspirasi dari Warisan Nabi SAW. Tersedia di: https://hidupkita.com/hadist-tentang-iptek/

8. Tim Redaksi Bersama Dakwah. (2025). Al-Qur’an Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan. Tersedia di: https://bersamadakwah.net/al-quran-sebagai-sumber-ilmu-pengetahuan/

Artikel Lainnya

Oleh : Admin Sekolah

HADIST PENDIDIKAN KELUARGA

Oleh : Nur Fikri Batam

UJIAN PRAKTEK LISAN

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Info Sekolah

SDIT Nur Fikri Batam

NPSN 70051134
Jln. RAYA MARINA DEPAN PERUMAHAN ANGKASA MARINA
TELEPON +62813-6413-7315
EMAIL [email protected]
WHATSAPP +6281364137315